Bantuan keuangan untuk pelaku industri pertanian akan diumumkan -Nanta
Cerita

Bantuan keuangan untuk pelaku industri pertanian akan diumumkan -Nanta

PUTRAJAYA: Pemerintah akan mengumumkan keputusan bantuan keuangan kepada pelaku industri pertanian dalam waktu dekat, sebagai salah satu cara untuk meringankan beban biaya operasional yang berdampak pada harga barang di pasar.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen Datuk Seri Alexander Nanta Linggi mengatakan pihaknya bersama Kementerian Pertanian dan Industri Pangan (MAFI), telah mengajukan proposal ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 24 November (Rabu).

“Sesi pertemuan dan diskusi dilakukan dengan Kemenkeu.

“Kementerian Keuangan pada dasarnya telah setuju untuk mempertimbangkan usulan dari kedua kementerian. Segala keputusan terkait bantuan keuangan kepada pelaku industri akan diumumkan oleh Kemenkeu,” katanya dalam keterangannya, di sini hari ini.

Ia mengatakan, bantuan dana yang akan diberikan kepada pelaku industri pertanian diharapkan mampu menyerap lonjakan biaya yang harus ditanggung konsumen.

Nanta mengatakan pertemuan ketiga pihak tersebut merupakan hasil pertemuan Komite Bersama Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen (KPNHEP) dengan MAFI dengan para pemangku kepentingan dan pelaku industri pertanian.

“Melalui engagement session yang telah dilakukan, para pelaku industri yang terkena dampak telah menginformasikan kebutuhan mereka untuk mencari bantuan keuangan dari pemerintah untuk membantu meringankan beban biaya operasional,” katanya.

Menurutnya, KPDNHEP selalu peka dan peduli terhadap segala persoalan terkait kenaikan harga barang, terutama bahan pangan dan kebutuhan pokok yang membebani masyarakat di negeri ini.

Oleh karena itu, kata dia, aparat penegak KPDNHEP dan petugas pemantau harga akan proaktif memantau dan mengecek harga barang di seluruh tanah air untuk memastikan harga barang, termasuk sayuran, stabil.

“Setiap pedagang di setiap rantai pasok akan ditindak jika ada unsur ambil untung (profiteering) secara tidak wajar berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Harga dan Anti-Profiteering (AKHAP) 2011,” katanya.

Bagian 14 (1) AKHAP 2011 menetapkan bahwa jika terbukti bersalah, dapat didenda hingga RM500.000 untuk korporasi atau perusahaan dan hingga RM100.000 untuk individu, atau dipenjara untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun atau keduanya.

Nanta berpesan kepada konsumen agar menggunakan aplikasi Price Catcher yang dikembangkan oleh KPDNHEP untuk mendapatkan informasi harga sembako terkini.

-Bernama

Posted By : hk hari ini keluar