Dokter itu kembali ditahan terkait kasus penipuan
Cerita

Dokter itu kembali ditahan terkait kasus penipuan

MARANG: Seorang dokter klinik swasta yang sebelumnya ditugaskan untuk membantu penyidikan kasus penjualan sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa suntikan, hari ini kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus penipuan.

Hakim Engku Nurul Ain Engku Muda mengizinkan pria berusia 51 tahun itu ditahan hingga besok untuk memungkinkan penyelidikan berdasarkan Pasal 420 KUHP.

Pria yang mengenakan kaus oblong abu-abu dan celana jeans biru itu tiba di PN Marang sekitar pukul 09.40.

Kepala Badan Reserse Kriminal Terengganu Supt M Zambri Mahmud saat dihubungi mengatakan, permohonan penahanan dilakukan setelah dokter diduga menerima pembayaran untuk memberikan sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa suntikan yang sebenarnya dengan biaya tertentu, tetapi gagal memberikan sertifikat kepada kliennya.

“Laporan dokter itu melibatkan pelapor yang menggunakan jasanya dengan membayar RM450 dan dijanjikan dalam 14 hari statusnya di MySejahtera (terdaftar) sebagai penerima vaksin, tetapi statusnya tidak berubah,” katanya.

Sabtu lalu, dokter yang mengaku antivaksin itu ditangkap setelah diduga menerbitkan surat keterangan suntikan vaksin Covid-19 tanpa suntikan sebenarnya, namun dibebaskan dengan jaminan polisi kemarin.

Namun, polisi kembali menangkap dokter tersebut pada pukul 12 siang kemarin.

Kapolsek Terengganu Datuk Rohaimi Md Isa sebelumnya mengatakan bahwa penyelidikan awal menemukan bahwa 1.900 orang berurusan dengan klinik untuk tujuan vaksinasi, tetapi dari jumlah itu, mereka masih menyelidiki jumlah sebenarnya dari individu yang menerima sertifikat vaksinasi tanpa suntikan.

Dokter diyakini akan mengenakan biaya antara RM400 hingga RM600 kepada individu yang ingin mendapatkan sertifikat vaksinasi tanpa melakukan injeksi yang sebenarnya.-Bernama

Posted By : hk hari ini keluar