Membayar dengan nyawanya untuk menegakkan hukum
True Crimes

Membayar dengan nyawanya untuk menegakkan hukum

KETAT dan tanpa kompromi dengan aturan hukum, wakil direktur jenderal Departemen Bea Cukai Datuk Shaharuddin Ibrahim (piksel) tidak satu pun penyelundup bisa membungkus jari mereka.

Tapi Shaharuddin membayar dengan nyawanya untuk profesionalisme tingkat tinggi yang dia praktikkan dalam penegakan hukum selama 30 tahun di departemen tersebut.

Pada 26 April 2013, kurang lebih setahun dari masa pensiunnya, Shaharuddin yang saat itu berusia 58 tahun, berangkat kerja seperti biasa.

Sopirnya menjemputnya dari rumahnya di Dengkil lewat jam 8 pagi dan mereka menuju ke kantornya di Putrajaya.

Sekitar 30 menit perjalanan, mobil berhenti di lampu lalu lintas di pertigaan Lebuh Wawasan-Lebuh Sentosa dekat Putrajaya.

Saat mereka menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, seorang pengendara sepeda motor dan pemboncengnya menepi di samping sisi penumpang depan tempat Shaharuddin duduk.

Tiga tembakan yang ditembakkan oleh pengendara pembonceng terdengar.

Saat pengendara motor itu pergi dari tempat kejadian, Shaharuddin lemas dan merosot di kursinya.

Dia telah mengambil tembakan ke lehernya.

Setelah pengemudinya yang kaget mendapatkan kembali ketenangannya, dia melesat menuju Rumah Sakit Putrajaya dengan bosnya berdarah deras dari lukanya.

Beberapa menit setelah dokter memeriksa Shaharuddin, dia dinyatakan meninggal.

Ketika polisi melanjutkan penyelidikan dan perburuan pembunuh bayaran di balik pembunuhan itu, spekulasi muncul dalam laporan berita selama berhari-hari setelah penembakan itu.

Di antara mereka adalah bahwa perwira tinggi telah menindak keras penyelundup narkoba yang terkait dengan geng dunia bawah.

Keluarga Shaharuddin di sisi lain mengklaim bahwa sindikat penyelundupan mobil mewah yang berbasis di Langkawi diduga bertanggung jawab atas kematiannya.

Lebih dari 40 orang, termasuk anggota keluarga Shaharuddin, dipanggil oleh polisi untuk membantu penyelidikan sementara selusin lainnya ditangkap selama beberapa bulan dan tahun mendatang. Namun, tidak ada yang terlibat dalam pembunuhan yang masih belum terpecahkan sampai hari ini.

Digambarkan sebagai suami dan ayah yang penuh kasih, Shaharuddin meninggalkan seorang istri dan dua anaknya.

Posted By : indotogel hk