MOE berkomitmen untuk memastikan sekolah tatap muka sepanjang tahun 2022
Cerita

MOE berkomitmen untuk memastikan sekolah tatap muka sepanjang tahun 2022

PUTRAJAYA: Kementerian Pendidikan (Kemendiknas) berkomitmen untuk memastikan bahwa sesi sekolah tatap muka untuk sesi 2022 dapat dilaksanakan sepanjang tahun melalui penerapan beberapa inisiatif seperti kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP), kata Menteri Datuk Dr Radzi Jidin.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan selalu melakukan diskusi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan siswa dapat bersekolah secara tatap muka meskipun menyadari ada peningkatan risiko infeksi Covid-19.

“Kadang-kadang saat sekolah ini mulai buka, sudah mulai terasa nyaman, makanya kami telah meminta kepada Dinas Pendidikan Negara dan Dinas Pendidikan Kabupaten untuk memastikan bahwa SOP selalu dipatuhi, terutama penggunaan masker dan ventilasi.

“Ventilasi merupakan komponen lain yang selalu kami tekankan tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di ruang guru dan ruang khusus,” ujarnya kepada wartawan usai Upacara Aspirasi Mendiknas di Jakarta, hari ini.

Dalam acara tersebut, beliau juga menyerahkan laptop dan data rencana donasi zakat wakalah kepada 42 anak penerima asnaf dari SD dan SMP se-Putrajaya.

“Kami selalu duduk untuk berdiskusi dan mengambil pandangan dari Depkes dan kami yakin dengan kerjasama orang tua, anak-anak dan sekolah, insya Allah anak-anak kami dapat terus hadir tatap muka untuk tahun 2022,” katanya.

Sementara itu, Radzi mengatakan KLH tahun ini akan fokus pada pengembangan kurikulum baru.

“Kurikulum ini ada siklusnya dan untuk tahun ini siklusnya sudah selesai. Ini berarti bahwa siswa Kelas Enam telah menyelesaikan siklus kurikulum saat ini.

“Semua pandangan yang diberikan kami perhitungkan dan insyaallah kami akan memastikan bahwa pengembangan kurikulum ini tidak hanya mempertimbangkan pandangan tetapi juga situasi dan lingkungan di luar sana untuk memastikan anak-anak kami siap ketika mereka meninggalkan sistem pendidikan di dalamnya. enam tahun di sekolah dasar dan lima tahun di sekolah menengah.

“Saat itu, apa yang dipelajari masih relevan dengan situasi saat ini,” katanya.

Dalam perkembangan lain, Radzi mengatakan Kementerian Pendidikan juga mengembangkan sistem yang mencatat dan menyimpan aset sekolah dan tagihan listrik dalam upaya untuk meminimalkan pemborosan.

Dikatakannya, selama 22 bulan kunjungannya ke lebih dari 277 institusi pendidikan, ditemukan air yang terbuang percuma seperti sekolah diliburkan pada masa PSBB dan tidak ada siswa, tagihan air masih mencapai ribuan ringgit sebulan.

“Kami sedang mengembangkan sistem sehingga semua tagihan air ini ditempatkan dalam satu dashboard untuk memungkinkan kepala sekolah dan guru melihat tagihan air mereka dibandingkan dengan sekolah lain dan melihat sekolah mana yang memiliki tagihan air di atas rasio yang ditetapkan.

“Ini juga memungkinkan kita untuk melihat apa penyebabnya dari sudut pandang limbah itu sendiri atau pipa-pipa lama yang bocor di sana (tanah). Jadi kami tahu penyebabnya dan memungkinkan kami untuk menerapkan intervensi yang lebih efisien untuk memastikan kami dapat menghemat biaya utilitas, ”katanya.

Selain itu, Radzi mengatakan akan diterapkan sistem pengelolaan inventaris yang lebih komprehensif untuk mendata aset yang ada di sekolah sehingga jika ada aset yang tidak terpakai di sekolah bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan.

“Dari hasil kunjungan tersebut, kami melihat banyak aset kementerian yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Misalnya ada puluhan oven yang tidak terpakai padahal ada kebutuhan lembaga kita untuk melaksanakan program katering, sehingga kita bisa pindah.

“Perabotan rusak … kami memiliki daftar sekolah dengan kelebihan perabot yang akan dibawa dari sekolah ini ke sekolah yang membutuhkan. Jadi itu pendekatan manajemen aset yang lebih efisien,” ujarnya.

-Bernama

Posted By : hk hari ini keluar