Panggilan untuk memperkenalkan peraturan untuk industri vape
Media & Marketing

Panggilan untuk memperkenalkan peraturan untuk industri vape

Pengangkatan Perdana Menteri ke-9, Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob dan Kabinet baru memberikan harapan baru bagi rakyat Malaysia yang ingin melihat kepemimpinan yang mampu memperbaiki keadaan negara.

Mewakili industri vape tanah air, Malaysian Vape Industry Advocacy (MVIA) dan Malaysian Vape Chamber of Commerce (MVCC) menyambut baik penunjukan baru dan berharap kepemimpinan baru akan lebih mendukung komunitas vape yang telah terlalu lama terpinggirkan.

Menurut Presiden Malaysian Vape Industry Advocacy’s (MVIA), Rizani Zakaria, pembahasan untuk implementasi regulasi bagi industri vape telah dibahas sejak lama namun sejauh ini gagal diimplementasikan. Dengan kepemimpinan baru ini, MVIA yakin sudah saatnya pemerintah memutuskan.

“Pergantian kepemimpinan negara yang terus-menerus telah mengganggu diskusi tentang peraturan implementasi. Akibatnya, industri tetap tidak yakin akan masa depannya.”

Dalam penyusunan APBN 2021, Pemerintah mengumumkan tarif cukai yang akan diterapkan untuk perangkat vape dan e-liquid tanpa nikotin. Pelaku industri berharap bahwa pemerintah baru akan memperluas kerangka perpajakan untuk memasukkan cukai untuk e-liquid dengan nikotin serta peraturan untuk seluruh industri.

“Kami berharap Pemerintah mempertimbangkan rekomendasi yang diajukan oleh industri vape untuk memperkenalkan peraturan bagi industri vape serta untuk memperkenalkan cukai e-liquid dengan nikotin dalam penyusunan APBN 2022, sebagai kelanjutan dari langkah-langkah yang diterapkan tahun lalu.”

Menurut Rizani, pemerintah harus segera membuat regulasi khusus untuk industri agar bisa berkembang di lingkungan yang diatur yang bisa menguntungkan banyak pihak.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk membahas dan memberikan pandangan kami tentang regulasi untuk industri,” katanya.

Sementara itu, Ashraf Rozali, Head of Information, Malaysian Vape Chamber of Commerce (MVCC) menyambut baik penunjukan YB Khairy Jamaluddin sebagai Menteri Kesehatan dan sebagai individu yang mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukti.

“Pada tahun 2015, YB Khairy Jamaluddin yang saat itu menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga mendesak pemerintah untuk menerapkan peraturan untuk industri vape dan tidak setuju dengan usulan pelarangan penggunaan vape, karena rokok tradisional diizinkan untuk dijual diatur oleh peraturan. . Bahkan, dia dikutip di media mengatakan bahwa vape telah menunjukkan bukti risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok berdasarkan penelitian yang dilakukan di negara-negara Eropa.

“Sekarang sebagai Menteri Kesehatan, kami berharap YB Khairy Jamaluddin akan membantu mempercepat implementasi regulasi berdasarkan fakta dan bukti yang ditunjukkan di negara-negara Eropa sehingga pelaku industri beroperasi dalam ekosistem yang diatur,” katanya.

Rizani menambahkan, dengan adanya ekosistem dengan regulasi, industri vape bisa tumbuh di pasar domestik dan global, serta menarik investor asing ke Malaysia.

“Industri vape lokal saat ini diperkirakan bernilai RM2,27 miliar yang melibatkan 3.300 bisnis dengan lebih dari 15.000 karyawan. Ada lebih dari 1 juta pengguna vape di Malaysia.”

“Jika industri vape lokal diatur, kami yakin bisa tumbuh signifikan untuk bersaing dengan industri besar lainnya.”

Posted By : togel hongkonģ