Pemandu teler menagku tidak bersalah
Cerita

Pemandu teler menagku tidak bersalah

SHAH ALAM: Seorang pengemudi trailer didakwa di Pengadilan Magistrate di sini hari ini dengan tuduhan mengemudi dengan cara berbahaya yang mengakibatkan kematian 10 orang termasuk sembilan anggota keluarga di KM 8.3 Jalan Raya North-South Central Link (Elite), terakhir Sabtu.

Terdakwa Mohd Rafi Jaafar, 37, yang tidak diwakili oleh pengacara, bagaimanapun, mengaku tidak bersalah atas semua 10 dakwaan yang dibacakan secara terpisah oleh seorang penerjemah di hadapan Hakim Nur Faizah Abdul Sani.

Mohd Rafi didakwa mengemudikan kendaraan truk jenis trailer dengan cara yang berbahaya bagi masyarakat dan menyebabkan kecelakaan berikutnya hingga meninggalnya Norul Naziah Buyong, 37 tahun; dan delapan anaknya Mohd Razarul Amin Abdul Razak, 17; Razatul Aliah, 16; Putri Hidayah, 12; Mohd Aizat Syazwan, 10; Mohd Rokaizat Rezky, 9; Mohd Hidayat Hakimie, 7; Putri Nur Ain Syalwana, 3; dan Muhammad Raid Fathi, 10 bulan, serta mekanik Rolex Mohamad Rahimi, 27 tahun.

Terdakwa didakwa melakukan pelanggaran pada pukul 12.02 tengah malam, 18 Desember lalu di KM 8.3 Elite Highway dari arah Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Shah Alam, di Subang Jaya, Petaling.

Tuntutan berdasarkan Pasal 41 (1) Undang-Undang Transportasi Jalan 1987 yang jika terbukti bersalah dapat dihukum penjara tidak lebih dari 10 tahun dan denda tidak melebihi RM50.000.

Kasus ini ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum Selangor Mohammad Al-Saufi Hashim bersama Wakil Jaksa Penuntut Umum Mohd Asnawi Abu Hanipah dan Saidah Fasihah Che Yussoff.

Selama proses, Mohammad Al-Saufi mengatakan penuntut tidak menawarkan jaminan apapun kepada terdakwa karena itu adalah kasus yang tidak dapat ditebus, tetapi jika pengadilan ingin mengizinkan jaminan, itu diterapkan untuk RM5,000 untuk setiap tuduhan dan satu. jaminan.

“Kami juga menyarankan agar terdakwa diberikan syarat tambahan agar SIM-nya dicabut oleh pengadilan dan tidak mengganggu saksi dalam kasus ini. Kejadian ini sangat memilukan, karena menewaskan seorang laki-laki, seorang ibu dan delapan anaknya bahkan terjadi saat Selangor diuji banjir besar,” ujarnya.

Mohd Rafi meminta jaminan dengan tarif yang lebih rendah karena dia harus menghidupi tiga anak dan istrinya yang tidak bekerja dan salah satunya dirawat di Rumah Sakit Melaka.

Nur Faizah memberikan jaminan kepada terdakwa sebesar RM1.000 untuk setiap dakwaan dan terdakwa diberikan persyaratan tambahan seperti yang diusulkan oleh penuntut dan harus melapor ke kantor polisi terdekat sebulan sekali dan menetapkan 26 Jan 2022 untuk menyebutkan kembali kasus tersebut dan penunjukan pengacara.Bernama

Posted By : hk hari ini keluar