Pembunuhan brutal yang bengkok
True Crimes

Pembunuhan brutal yang bengkok

APA Preeshena Varshiny yang berusia sembilan tahun hanya bisa diplot oleh pikiran yang sakit dan bengkok.

Preeshena tidak berada di lingkungan yang rentan, tetapi aman dalam kenyamanan rumahnya di sebuah kondominium yang terjaga keamanannya dan dijaga dengan baik di Bukit Idaman di Selayang, Selangor.

Namun, dia sendirian di rumah setelah orang tuanya berangkat kerja pada 1 November 2007.

Rutinitas itu baru dimulai beberapa minggu sebelumnya setelah ibunya, yang seorang ibu rumah tangga, memutuskan untuk mencari pekerjaan.

Dengan kakak laki-lakinya pergi ke sekolah dan adik perempuannya dengan pengasuh, Preeshena ditinggalkan sendirian sampai orang tuanya kembali ke rumah.

Semuanya baik-baik saja selama beberapa minggu pertama, tetapi pada hari yang menentukan itu, ayahnya menerima berita buruk ketika ada telepon dari seorang penjaga di kondominium datang sekitar pukul 4 sore.

Dia diberitahu putrinya telah jatuh dari unit apartemen mereka di lantai sembilan dan tubuhnya yang berlumuran darah ditemukan tergeletak di lantai dasar.

Manajer pemasaran bergegas pulang.

Kasus ini awalnya diklasifikasikan sebagai kecelakaan karena tidak ada tanda-tanda masuk paksa di apartemen.

Preeshena diperkirakan jatuh dari balkon rumahnya, sampai hasil otopsi mengungkapkan sebaliknya.

Siswa Kelas Tiga SK Santa Maria Selayang diperkosa, disodomi, dan dipukuli.

Tubuhnya memar parah dan anggota tubuhnya patah.

Polisi mengklasifikasi ulang kasus tersebut sebagai pembunuhan dan penyelidikan mengungkapkan dia telah diculik dari apartemennya dan dibawa ke unit kosong di lantai dua, di mana dia diserang secara seksual sebelum dilemparkan dari balkon.

Satu-satunya petunjuk bahwa Preeshena menjadi sasaran penyerangnya adalah bahwa sehari sebelumnya, dia telah menghubungi ayahnya di sore hari dan mengatakan kepadanya bahwa seseorang menggedor pintu utama mereka.

Ayahnya menyuruhnya untuk mengabaikan orang itu dan tetap di unit apartemen.

Dia kembali ke rumah hari itu dan semuanya baik-baik saja.

Diyakini penyerangnya bisa kembali lagi keesokan harinya dan meyakinkan anak yang tidak curiga untuk membuka pintu.

Gadis itu diyakini telah membiarkan penyerangnya masuk meskipun ada saran ayahnya sehari sebelumnya.

Meski ada beberapa orang asing yang bekerja di toko ritel di kondominium yang ditangkap untuk penyelidikan, mereka dibebaskan setelah tes DNA dengan jejak yang diambil dari tubuh korban tidak menunjukkan kecocokan.

Kasus tersebut masih belum terpecahkan hingga hari ini.

Pembunuhan Preeshena merupakan pukulan bagi bangsa pada saat itu masih terguncang atas penculikan yang dilaporkan secara luas dan pembunuhan Nurin Jazlin Jazimin yang berusia delapan tahun.

Nurin diculik, diperkosa dan dibunuh kurang dari tiga bulan sebelumnya di pasar malam di sebelah rumahnya di Setapak pada 20 Agustus 2007.

Mayatnya ditemukan hampir sebulan kemudian di dalam tas yang dibuang di sebuah ruko di Jalan Klang Lama di Kuala Lumpur.

Sama seperti kasus Preeshena, pembunuh Nurin masih buron.

Baca cerita ini di iPaper kami:

Pembunuhan brutal yang bengkok

Posted By : indotogel hk