Pemungutan suara berusia 18 tahun tidak diterapkan di PRN Sarawak: Wan Junaidi
Cerita

Pemungutan suara berusia 18 tahun tidak diterapkan di PRN Sarawak: Wan Junaidi

KUCHING: Kelayakan untuk pemilih berusia 18 tahun dan pendaftaran pemilih otomatis tidak akan dilaksanakan dalam Pemilihan Negara Bagian Sarawak (PRN) ke-12 pada 18 Desember, kata Menteri di Departemen Perdana Menteri (Parlemen dan Hukum) Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar(piksel) hari ini.

Ia menjelaskan, meski sudah ditetapkan pemerintah, PRN Sarawak kali ini hanya melibatkan daftar pemilih terakhir yang diperbarui hingga 2 November tahun lalu.

Menurutnya, daftar pemilih tersebut disahkan sebelum deklarasi pembubaran Dewan Negara Bagian (Dun) ke-11 pada 3 November, sesuai dengan Peraturan 9 Peraturan Pemilihan (Pendaftaran Pemilih) 2002.

“Keputusan ini didasarkan pada proses hukum, termasuk keputusan yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Kuching, dan tidak untuk menyangkal atau mengesampingkan hak dan keinginan pemuda berusia 18 tahun ke atas untuk memilih.

“Saya ingin klarifikasi di sini bahwa tidak ada tekanan dari pihak manapun terkait masalah ini. Bahkan, Sarawak siap menerima pemilih muda ini. Saya harap masalah ini tidak dipolitisir,” katanya dalam keterangannya hari ini.

Hari ini, Komisi Pemilihan Umum (EC) menginformasikan bahwa usia pemilih yang memenuhi syarat adalah 18 tahun dan pendaftaran pemilih otomatis telah dikukuhkan pada 1 Desember.

Sekretaris Komisi Eropa Datuk Ikmalrudin Ishak menginformasikan bahwa pengukuhan Bagian 3 (a) dan (b) Undang-Undang Konstitusi (Amandemen) 2019 akan mulai berlaku pada 15 Desember setelah mendapat persetujuan dari Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri ‘ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah |

Komisi Eropa telah menetapkan tanggal pencalonan untuk PRN Sarawak pada 6 Desember, pemungutan suara awal pada 14 Desember dan hari pemungutan suara pada 18 Desember.-Bernama

Posted By : hk hari ini keluar