Remaja yang mencuri dana masjid diperintahkan untuk melakukan bakti sosial
Cerita

Remaja yang mencuri dana masjid diperintahkan untuk melakukan bakti sosial

SHAH ALAM: Pengadilan Tinggi Shah Alam hari ini menjatuhkan hukuman penjara 10 hari dan denda RM4,000 kepada seorang remaja karena mencoba mencuri dana masjid yang baru-baru ini dibuat oleh Pengadilan Negeri Selayang sebelumnya.

Hakim Datuk Abd Halim Aman mengatakan sebaliknya hukuman penjara dan denda terhadap Daniel Iskandar, 19, diganti dengan perintah untuk melakukan pengabdian masyarakat selama 120 jam yang akan dilaksanakan dalam waktu enam bulan, difokuskan pada pelayanan di masjid-masjid.

Hakim juga menyarankan agar pihak masjid, yang merekam dan mengirimkan video Daniel, meminta maaf secara publik kepada Daniel dan masyarakat umum untuk memperjelas situasi.

Abd Halim juga menegur dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil tindakan hukum sendiri dan mengambil pelajaran dari kasus ini untuk masa depan Keluarga Malaysia.

“Pengadilan mengetahui hukuman penjara yang dijalani oleh terdakwa selama 10 hari dan denda RM4,000 yang telah dibayarkan, tetapi demi masa depan terdakwa dan untuk memiliki catatan kriminal yang bersih, keputusan ini harus disampaikan,” ujarnya saat membacakan peninjauan kembali vonis tersebut di Pengadilan Negeri sebelumnya, di sini hari ini.

Selanjutnya, kata dia, Daniel harus melapor ke petugas Dinas Kesejahteraan Sosial (JKM) paling lambat tujuh hari sejak hari ini dan harus hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Pelaku muda ini diharuskan untuk mematuhi setiap kegiatan atau program yang telah ditetapkan atau instruksi lain oleh JKM dan harus mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di masjid saja,” katanya.

Dia mengatakan perintah tersebut dikeluarkan berdasarkan Bagian 293 (1) (e) dari KUHAP (UU 593) dan jika Daniel tidak melaksanakan perintah, pelaku muda dapat dibawa kembali ke pengadilan dan dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. ketentuan asli.

Mengomentari vonis yang dijatuhkan MK sebelumnya, Abd Halim mengatakan, berdasarkan dalil-dalil jaksa penuntut umum, pengacara dan terdakwa serta catatan dan bukti selama persidangan di MK, ia menemukan vonis yang dicatat itu salah. dan berlebihan.

“Pada saat yang sama, hukuman tidak menunjukkan bentuk rehabilitasi dengan fakta yang jelas menunjukkan bahwa terdakwa adalah pelaku pertama dan telah mengaku bersalah. Apa yang dia lakukan hanya upaya mencuri dan tidak ada kerugian yang diderita pihak masjid,” ujarnya.

Sebelumnya selama proses peninjauan, Pengacara Muhammad Rafique Rashid Ali yang mewakili Daniel memberi tahu kliennya selama insiden itu bahwa dia berusia 18 tahun dan empat bulan, memiliki masa depan dan pelanggaran itu adalah pertama kalinya dia melakukannya.

“Maka kami meminta agar hukuman diubah sesuai dengan Pasal 173A KUHAP,” katanya, seraya menambahkan bahwa meskipun kliennya akan dibebaskan hari ini, catatan 10 hari penjaranya berpotensi menodai masa depan kliennya. klien muda.

“Saya meminta kebijaksanaan Yang Arif untuk memberikan obligasi berdasarkan Pasal 173A dengan teguran dan peringatan. Saya juga meminta agar catatan penjara itu dihapus karena bisa membahayakan masa depannya,” ujarnya.

Mohamad Rafique mengatakan klien dan keluarganya menyatakan penghargaan mereka kepada pengadilan karena mengambil inisiatif untuk meminta peninjauan kembali.

Daniel juga diwakili oleh pengacara Fahmi Abdul Moin, Azman Abdullah dan Ilyani Khuszairy.

Sementara itu, Wakil Jaksa Penuntut Umum Norhana Sahat menegaskan bahwa pihaknya keberatan untuk mengizinkan obligasi berdasarkan Pasal 173A (BPK) tanpa kesalahan selama penangkapan.

“Tidak perlu meninjau kembali keputusan ini karena hukuman sudah dilakukan, denda sudah dibayarkan dan pelaku juga akan dibebaskan hari ini,” katanya.

Selain itu, dua pengacara pengamat tersebut adalah Pengacara Muhammad Hariz Md Yusoff dari Perhimpunan Pengacara Muslim Malaysia (PPMM) dan Pengacara Megat Abdul Munir Megat Abdullah Rafaie mewakili Masjid Al Islahiah.

Sementara itu, ibunda Daniel, Jasma Rosli, 41, yang ditemui wartawan di luar sidang mengatakan, semua pendapat dan keputusan hakim hari ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk orang tua.

“Saya mengakui kesalahan dan kelalaian saya yang menyebabkan hal ini terjadi,” katanya seraya menambahkan bahwa saran Hakim Abd Halim agar pihak meminta maaf kepada putranya adalah untuk memperjelas situasi. – Bernama

Posted By : hk hari ini keluar